Share

Selasa, 15 Maret 2011

I TRY TO BE ASERTIF

Suatu saat saya membaca di koran tentang curahan hati dua orang wanita yang berusia hampir 30 tahun, di rubrik psikologi. Keduanya sedang menjalani pendidikan dokter specialis. mereka masing - masing telah memiliki kekasih , yang satu pacarnya berusia 7 tahun lebih muda, dan satunya lagi berusia 8 tahun lebih tua.
Orang tua keduanya menginginkan mereka menikah tidak lebih dari umur 30 tahun. Maka kedua wanita itu menceritakan harapan orang tua mereka kepada pacar masing-masing. Pacar wanita A, yang berusia lebih muda, mengaku siap menikah dan menyokong hidup keluarga mereka nanti. Sedangkan Pacar wanita B, yang berusia lebih tua, malah belum ada tanda-tanda ingin menikah dengan alasan ingin bekerja dahulu.
Kedua wanita ini memiliki kesamaan, walaupun mereka ingin memenuhi harapan kedua orang tua mereka untuk segera menikah tapi dalam hati mereka sebetulnya sama-sama merasa belum siap menikah.Namun mereka sama-sama tidak mampu menyampaikan maksud hati dan perasaan kepada orang tua.
mereka berdua terpaku untuk mematuhi dan menyenangkan orang tua.
Dan saran sang psikolog kepada kedua wanita itu adalah cobalah belajar untuk bersikap asertif, yaitu suatu sikap yang tujuan akhirnya adalah " win win solution " dengan kondisi "saya oke, anda juga oke". Dengan bersikap seperti ini , maka kita akan memiliki kemampuan berbicara menyampaikan keinginan atau perasaan tanpa membuat orang lain menjadi tersinggung. Menyampaikan perasaan sendiri yang sesungguhnya. Dampaknya adalah untuk kebaikan diri sendiri. mendapatkan apa yang di inginkan dengan tetap menghargai perasaan orang lain. Hindari bersikap defensif ( ngotot pada pendapat sendiri ) atau malah menyalahkan orang lain.
Saya termenung, dalam hati saya mengakui bahwa saya lebih sering bersikap defensif dalam kehidupan sehari - hari , atau malah bersikap submisif ( menghindari konflik ) dan sesungguhnya dampak nya tidak baik bagi kehidupan saya. Bersikap asertif, memang tidak mudah. Itu yang saya rasakan, perlu latihan. Dan Latihan perlu waktu dan kesabaran.  But trust me, it is worth it, feel free and different,say something To feel our truth and opinion than just Following Other want

0 komentar:

Poskan Komentar