Share

Sabtu, 19 Maret 2011

PAMRIH ?? KENAPA TIDAK

Saya sempat berdiskusi pendek dengan my dear soulmate, diskusi dimulai ketika saya bercerita tentang posting yang saya baca dari http://koka-manajemen.blogspot.com tentang salah satu arahan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam yang menarik untuk dilaksanakan , yaitu menegakkan sholat sunnah dua belas rakaat setiap hari. Tentu saja hal ini dilakukan setelah komplit menunaikan sholat lima waktu yang wajib dikerjakan setiap hari pula. Yang menarik perhatian saya adalah  reward atau ganjaran yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam janjikan bagi pelakunya.
Coba simak hadits di bawah ini:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
Dari Aisyah radhiyallahu ’anha beliau berkata: Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa rutin menegakkan sholat sunnah dua belas rakaat, maka Allah ta’aala akan membuatkan rumah baginya di surga, yaitu empat rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Tirmidzi 379)
Lalu saya katakan kepada my dear soulmate, biar semangat berlatih melakukan hadist tersebut, saya membayangkan, sedang membangun rumah disurga.
My soulmate tersenyum, dia bilang dia pernah baca kalau ibadah itu nda boleh pamrih, musti diniatkan untuk mendapat ridlo Allah semata...
Saya ikut tersenyum, sambil berkata , emang bener ibadah itu musti diniat kan karena  Allah swt. Buktinya bacaan-bacaan niat sebelum wudlu, sholat atau puasa selalu dimulai dengan saya berniat melakukan ibadah ( wudlu / sholat / puasa ) karena Allah Ta'aala.  
Namun saya juga pernah baca kalo pamrih kepada Allah dibolehkan loooo....bagaimana tidak .. wong Allah juga menciptakan surga dan neraka sebagai imbalan perbuatan kita di dunia.. iya toh ?? kalau nda ada neraka atau siksa kubur apa ya manusia jadi takut berbuat dosa ?? toh nda akan dihukum ini.. apalagi  berbuat dosa itu katanya "enak", "enak" karena dibantu setan menjalaninya sehingga terlihat indah ( padahal pada hakikinya menyeramkan dan menjijikkan karena kita tak ubah nya bagai binatang yang tidak mempunyai akhlak saat bersenang-senang melakukan dosa )
Lalu apakah kita jadi bersemangat melakukan ibadah kalo kita tidak dijanjikan nikmat nya surga, nikmatnya ketenangan hati,dan nikmatnya kebahagiaan dunia akhirat yang dijanjikan Allah jika kita "dekat" dengan Nya ?? 
Selain itu Allah juga menyuruh kita berdoa, Memohon. meminta. Kenapa? yang jelas bukan karena Allah tidak tau apa kebutuhan dan keinginan kita, juga bukan karena Allah membutuhkan doa kita. Bukan. Bukan itu sebabnya Allah menyuruh kita berdoa. Dengan berdoa  sebetulnya mengingatkan bahwa kita hanya lah seorang hamba, namun disamping itu ada pula  "reward" jika kita sungguh-sungguh berdoa hanya kepada Allah. 
Jadi Apa saja reward nya ?  menurut pa' kyai yang saya baca di huntaianhikmah.blogspot.com ada beberapa reward yang bisa kita nikmati ;
pertama, dengan berdoa berarti telah mengingat Allah , dengan mengingat Allah maka hati kita akan tenang. Hidup pun tenteram. 
Sebagaimana firman Allah dalam QS Ar Ra’d ayat 12 :’ yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah.
Jadi, hanya dengan senantiasa mengingat ”Allah” lah hati kita maupun hidup kita akan tenang. Hal ini kita butuhkan tho? ini yang kita harapkan sebagai "imbalan"

yang kedua , Doa itu penyemangat, pemberi harapan. Jadi orang yang berdoa adalah orang yang masih punya harapan. Dengan adanya harapan, maka hidup akan lebih bersemangat, lebih bergairah.

Dan yang paling penting, doa itu adalah intinya ibadah. Sebagai hamba Allah tugas utama kita adalah beribadah kepadaNya. Barangsiapa yang baik ibadahnya akan senantiasa mendapatkan ridhoNya. Siapapun yang mendapatkan ridhoNya akan bahagia hidupnya baik didunia yang fana ini maupun nanti diakhirat yang kekal. Siapa yang tidak ingin bahagia hidupnya, hayo…siapa?

Jadi menurut saya sah-sah aja toh untuk pamrih, asal pamrihnya itu "hanya" kepada ALLah , bukan kepada manusia. Karena pamrih kepada Allah , maka kita akan menghamba "hanya" kepada Allah,
sedangkan pamrih kepada manusia, maka kita akan menghamba kepada manusia ( naudzubillah min dzalik )

1 komentar:

dae mengatakan...

subhanallah..

notes yg sngat bgus dan bermanfaat hnie...smga kita termasuk dalam golongan orang2 yg berserah diri pada-Nya dan memohon hanya pada-Nya....

ur love

oia ada hadist yg mz suka juga hnie..

Rasulullah saw bersabda: Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfinnan : “Barang siapa yang sibuk membaca Al Qur’an dan dzikir kepada Ku dengan tidak memohon kepada Ku, maka ia Aku beri sesuatu yang lebih utama dari pada apa yang Aku berikan kepada orang yang minta”. Kelebihan firman Allah atas seluruh perkataan seperti kelebihan Allah atas seluruh makhlukNya”. (Hadits ditakhrij oleh Turmudzi)...

Poskan Komentar