Share

Minggu, 10 April 2011

DOA SEORANG MUSLIM BAGI SAUDARANYA

 
Saya terkesan, sangat terkesan dengan hadist 
"Doa seorang muslim bagi saudaranya yang dipanjatkan secara diam-diam akan terjawab.Ada malaikat di dekat kepalanya setiap kali dia mendoakan saudaranya, dan malaikat itu berkata, "Amiin dan begitu pula untukmu."" (HR. Muslim)

Inilah obat penyakit hati..Dalam sekali buat saya maknanya..
Ditengah usaha "keras" saya untuk belajar berfikir tentang kebaikan orang lain, bukan keburukannya.
karena bukankah lebih mudah melihat kesalahan seseorang , ketimbang mencari tau dan mengingat-ingat kebaikan nya.. 
Sedikit saja seseorang berbuat yang menurut kita nda sreg, maka berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan kadang menahun kita masih mengungkit-ungkitnya. Astagfirullah.


Maka saat kita diliputi rasa kesal dengan sikap orang lain kepada kita, sehingga kita merasa dizhalimi, atau saat kita diliputi rasa cemburu dengan kelebihan yang Allah anugerahkan kepada orang lain, belum lagi jika orang tersebut bersikap memamerkannya kepada kita. Kalo kita merasakan seperti itu, janganlah kita menuruti amarah dan kegalauan kita,  untuk menetralkannya cepat-cepatlah mendoakan kebaikan untuk orang tersebut di dalam hati. Misal kan , "Semoga Allah menambah kenikmatan ( spt kesehatan, kesejahteraan dsb ) padamu wahai saudaraku .."

Mungkin pada awalnya kita merasa berat atau tidak ikhlas mendoakan saudara kita tersebut, tetapi begitu mencoba mendoakannya, hati kita akan merasa tenang..
dan ketika kita mulai terbiasa mendoakan saudara-saudara kita secara diam-diam, makin tumbuh keikhlasan dalam hati melakukannya...dan akhirnya saat saudara kita mendapatkan nikmat, kita pun ikut bersyukur


Orang mukmin itu menjadikan sahabat-sahabatnya sebagai saudara-saudara karena Allah.
Ia memberi cinta khusus kepada mereka, sebab Rasulullah saw. menganjurkan menjadikan teman-teman yang baik sebagai saudara, karena Allah Ta‘ala dengan sabda-sabdanya


“Seseorang berkunjung kepada saudaranya di desa lain, kemudian Allah menyuruh malaikat untuk berjalan mengikutinya. Ketika malaikat tersebut bertemu dengan orang tersebut, ia bertanya, ‘Engkau akan pergi kemana?’ Orang tersebut menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini?’ Malaikat bertanya, ‘Apakah karena nikmat yang ingin engkau dapatkan?’ Orang tersebut menjawab, ‘Tidak, hanya saja aku mencintai saudaraku tersebut karena Allah.’ Malaikat berkata, ‘Aku adalah utusan Allah kepadamu untuk mengatakan kepadamu bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu tersebut’.” (Diriwayatkan Muslim). 


Salah seorang dari orang-orang shalih berkata, “ Bagaimana perumpamaan seorang saudara yang shalih? 
Jika salah satu keluarga seseorang meninggal dunia, maka keluarganya pasti membagi-bagi warisannya, dan mereka menikmati harta peninggalannya. 
Sedang saudaranya yang shalih, ia berduka sendirian, memikirkan (  kebaikan  ) apa yang telah dipersembahkan saudaranya kepadanya, mendoakannya di kegelapan malam, dan memintakan ampunan untuknya sementara ia berada di bawah bintang-bintang.”

Sumber: Abu Bakr Jabir al-Jazairi, Minhaajul Muslim,

0 komentar:

Poskan Komentar