Share

Rabu, 20 April 2011

Ketika Menghadapi Masalah




Temanku disuatu subuh mengirimkan sebait sms  :
" Jika kau merasa duniamu bermasalah sesungguhnya hubungan mu dengan Allah lah yang bermasalah "

Wow !! tadinya saya tersinggung
Maksudnya apa toh ngirimin saya sms seperti itu ?
apa saya tampak orang yang sangat penuh dengan masalah..
ah, saya tidak merasa dunia saya bermasalah
saya selalu merasa mengembalikan segala urusan saya kepada Allah
Jadi saya biarkan sms itu tanpa berusaha untuk merenungkannya

Lalu beberapa hari kemudian, sms itu masih terngiang di benak saya
Saya mulai merenungkannya...
Hidup kita akan penuh dengan ujian, itu pasti
Kita akan terus diuji, apakah dengan ujian-ujian tersebut kita akan terus berpegang teguh dengan ajaran - ajaran agama
atau malah sebaliknya, goyah, tidak sabar, ingin masalah selesai dengan menghalalkan segala cara
Na'udzubillah min dzalik
Namun Allah pun tidak semata-mata hanya menguji
Allah pun memberi tuntunan doa kepada kita untuk memohon, ampunilah segala dosa kami ya Allah, berikanlah kebahagiaan dunia akhirat..

Kebahagiaan dunia akhirat,
jadi .. walaupun sedang diuji bukan berarti kita lalu jadi terus fokus pada ujian kita
bukan pula lalu kita jadi jutek terus, gampang marah karena menyimpan masalah
sensi..
tapi dengan doa seperti itu, kita dituntun untuk tetap bisa merasa bahagia.. caranya ??? dengan banyak - banyak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita
Nikmat sehat, nikmat masih mempunyai pekerjaan sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup, nikmat memandang yang indah - indah, nikmat pagi, nikmat makan dan seterusnya..
Lalu.. saya juga mulai merenungkan
tentang hubungan saya dengan sang Khalik..
sudahkah saya merasa begitu dekat denganNya ?
merasa tiap langkah, tiap hembusan nafas saya , selalu dalam pengawasanNya, dalam Kuasa Nya
sudahkah khusyu wudlu saya, sholat saya, ibadah saya...
sepertinya memang saya agak lalai...
dalam berwudlu, kadang pikiran tidak fokus untuk berwudlu
masih memikirkan masalah
dalam sholat, membaca Al Fatihah tidak sepenuhnya sungguh - sungguh memuji dan memohon petunjuk sesuai makna nya

Astagfirullah
Saya tersadar.. masih banyak yang perlu saya perbaiki
walaupun saya mengerjakan itu semua dengan niat ibadah, dan hanya karena Allah
tetap saja Syaitan nan licik mampu membelokkan hati saya saat melakukan ibadah tersebut
hingga saya pun tidak 100% fokus tunduk pada Nya didalam melakukannya
mungkin sangking terbiasanya melakukan , hampir menjadi suatu hal yang otomatis..
Sayang bukan ???

jadi saya berucap Alhamdulillah... semoga bisa menjadi renungan kita bersama



0 komentar:

Poskan Komentar